Namaku Michael Kusuma. Usiaku 14 tahun. Aku anak pertama. Aku tinggal di Bekasi.
Aku ga bakal ngerayain ultahku yg ke-15
Hmmm...apa lg ya ??? Sebentar...Suara aku cukup berat tapi kadang2 melengking, seperti sepeda tua karatan. Rambutku Hitam Lurus. "Rambut Landak", begitulah istilah sahabatku Nanda. Aku tinggi kerempeng. Jari2ku jg kaya ranting. "Jari Musisi", kata guru gitarku, Mr.Tatan ( Maksudnya jari perempuan ). Klo soal bikin kacau, aku jago'a. Aku gk gampang percaya. Menurut Ortu ku, aku pnya "Selera humor borsch belt yg sinting ! " ( Aku gunakan tanda seru karena mereka cenderung bicara dg nada tinggi ). Maksud mreka, aky badut kacangan, tp mreka sendiri bkn orang yg tepat tuk ngomong begitu.
Ini kisah kematianku
Kisah ni brawal seperti smua ceritaku, yaitu seperti lelucon jelek yg kalimat penutupnya entah bgmn menjelaskan seluruh hidupku. Atau kematian, dalam hal ni. Ha..Ha...Ha...baiklah, mungkin Orang tuaku benar. Mungkin aku ini badut kacangan. Aku tdk pandai memancing tawa. Aku jarang bikin2 rencana Hal2 konyol. Hal2 yg buruk menimpa ku begitu saja. Tp jgn percaya perkataanku begitu saja. Bayangkan ramalan yg kuterima pada ultahku yg ke-14 ( Ironis'a tu ultah ku yg terakhir, walaupun saat tu aku ga tau ).
Ortuku mengajakku ke Hong Phat Noodle House & sumpah aku tdk mengarang ni :
"Kau tidak akan memiliki masa depan klo kau mencarinya di dalam kue di restoran cina ^_^"
Ramalan yg didapat ibuku menjanjikan kebahagiaan seumur hidup. Ayahku mendapat kekayaan & pencapaian seumur hidup. Ketika aku mengeluhkan ramalanku ke pelayan, ia bilang aku hrs bersyukur. "Itu benar, anak muda" katanyaa tersenyum. "Takdir jgn dicari di makanan penutup. Kita hrs mencarinya di dalam pengalaman"
Aku setuju, tentu saja...tp jauh di dalam hati ku masih agak tertipu. Aku meminta 1 ramalan lg. Ia menolak. Peraturan Hong Phat adalah : 1 kue keberuntungan untuk 1 pelanggan. Titik.
Kalimat kunci sesungguhnya adalah aku bahkan ga terlalu suka masakan cina. Aku ska kentang goreng. Tp ortu ku memaksaku kesana karena kata mreka aku harus blajar pake sumpit. "Keahlian itu kan jadikanmu bagian dari demografis penting, sayang!" Dad bersikeras. Begitulah yg dikatakan Dad. Aku tidak menambah atau mengurangi satu kata pun. Dan sampai saat ni aku ga ngerti maksudnya ( Aku jg ga pernah bljr pke sumpit ). Ortu ku bekerja di perusahaan periklanan yg sama, jd mreka bnyk gunakan kata2 seperti " Demografis penting ". Kira2 itulah yg selalu mreka bicarakan.
Mungkin suatu saat nanti aku bkal ngerti ucapan mreka. Dg catatan aku ga ktemu liang kubur ku terlalu cepat.
Omong2 kisah kematianku dimulai disebuah restoran. Yaitu di Circle Eat Dinner bersama Nanda dan pacar'a. Aku tdk bsa membayangkan permulaan yg lain dri tu. Semua'a berawal di Circle Eat Dinner bersama Nanda & DEby. Setidaknyaa semua hal penting...semua yg terjadi slama itu, jam penuh omong kosong ketika kami bertiga ketawa, berdebat & makan, jam setelah sekolah usai dan sebelum aku harus lari kembali kpd Mom 'n' Dad
Ya deh, aku terlalu berlebihan. Aku jarang harus berlari pulang menemui Mom 'n' Dad. Mereka jarang di rumah. Mereka banyak melakukan perjalanan bisnis. Tu kepanjangan dari PENJELASAN BAHWA AQ MENGHABISKAN SEBAGIAN BESAR WAKTUKU BERKUMPUL DI CIRCLE EAT DINNER BERSAMA NANDA & DEBY LEBIH DARI SEPANTASNYA.
Terlalu banyak malah.
Sebentar lagi kalian bakal ngerti maksudku. Kisah Kematianku memiliki awal yg amat dramatis & konyol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar